Hal ini saya rasakan sejak akhir-akhir ini, mau memulai dari mana seharusnya saya lakukan, apakah semuanya harus saya lakukan atau gimana pada waktu itu saya merasa suatu kegagalan demi kegalan, bisa dibilang gagal berantai karena saya melakukan semua yang saya inginkan tanpa berfikir realistis seharusnya kedepannya gimana, targetnya apa
yang inin didapat apa
dan saya berfikir kenapa, lalu saya melakukan research yang belum diketahui kebenaranya karena saya masih malas buka jurnal ilmiah membahas itu. Dan mungkin anak psikologi bisa bantu" ya karena jurusan saya IT sih tapi saya mempunyai ketertarikan pada tingkah prilaku manusia itu sendiri.
Banyak Tau, Banyak Mau, Banyak Tingkah
Solusinya: Gunakan metode yang paling lu suka dan mau
Coba banyangkan jika kita menjadi satu hal saja yang kita inginkan, dan pada akhirnya juga bisa kita mau crossing ke mana.
intinya semakin banya mau semakin banyak yang lu raih, semakin banyak lu korbanin, dan pada akhirnya saya merasakan itu ketika gagal satu berpengaruh pada semua mimpi yang tidak tergapai.
Solusinya kejarlah satu persatu
Taukan genangan air? yang dimana airnya kurang cocok buat minum, ga cukup buat mandi walau kotor, dan bikin pejalan kaki harus ngehindar biar ga kena becek. Tapi sumur, walau cuman daerah lingkupannya kecil, tapi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal dalam kehidupan, semakin dalam semakin berisi. analoginya bisa diterapkan dimanusia, seperti yang dibicarakan diatas, jgn jadi BIASA saja sob ! jadilah yang LUAR BIASA yang asik menurut lo, ga perlu lu bisa semua.. biarkan teman,sahabat, keluarga, orang lain, pasangan hidup lo yang melengkapi selebihnya bagian yg lo ga bisa..
ilustrasi begini yang didapat di fb teman saya :
nah apa hubungannya sama ilustrasi diatas? jika kita mengisi ngacak semua sekaligus, maka sayang banget sesuatu yang kita tuju untuk kesuksesan besar kita ga bakal tercapai, hanya bagian kecil saja yang bakal tercapai. Dan jika lu keasikan dengan semua yang lu inginkan, tanpa memilah mana sih asik yang lu prioritasin atau sangat penting bagi lu sendiri....maka belajarlah membuat prioritas
gimana menurut kalian?
yang inin didapat apa
dan saya berfikir kenapa, lalu saya melakukan research yang belum diketahui kebenaranya karena saya masih malas buka jurnal ilmiah membahas itu. Dan mungkin anak psikologi bisa bantu" ya karena jurusan saya IT sih tapi saya mempunyai ketertarikan pada tingkah prilaku manusia itu sendiri.
Banyak Tau, Banyak Mau, Banyak Tingkah
1. Banyak Tau
Banyak Tau metode untuk membuat sesuatu, menjadi kecenderungan kita malas melakukan sesuatu hal. Contohnya saja dalam belajar, banyak sih tips2 belajar efektif tapi itu malah membuat kitanya bingung belajar dengan metode apa dan gimana caranya. ada yang bisa audio lah yang visual lah atau apalah
Solusinya: Gunakan metode yang paling lu suka dan mau
2. Banyak Mau
Bagus sih banyak mau, tapi itu membuat kita kurang produktif karena kita melakukan hal yang biasa walau pada akhirnya kita bisa melakukan banyak hal yang biasa itu dan pada akhirnya kita adalah orang biasa dan jadi pekerja keras yang disuruh oleh orang berkemampuan/ expert dibidang kepemimpinan yang ga punya kemampuan banyak seperti kita.Coba banyangkan jika kita menjadi satu hal saja yang kita inginkan, dan pada akhirnya juga bisa kita mau crossing ke mana.
intinya semakin banya mau semakin banyak yang lu raih, semakin banyak lu korbanin, dan pada akhirnya saya merasakan itu ketika gagal satu berpengaruh pada semua mimpi yang tidak tergapai.
Solusinya kejarlah satu persatu
3. Banyak Tingkah
" Jangan jadi suatu genangan air yang luas jadilah sumur yang dalam dimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain -andi syafrianda-"Taukan genangan air? yang dimana airnya kurang cocok buat minum, ga cukup buat mandi walau kotor, dan bikin pejalan kaki harus ngehindar biar ga kena becek. Tapi sumur, walau cuman daerah lingkupannya kecil, tapi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal dalam kehidupan, semakin dalam semakin berisi. analoginya bisa diterapkan dimanusia, seperti yang dibicarakan diatas, jgn jadi BIASA saja sob ! jadilah yang LUAR BIASA yang asik menurut lo, ga perlu lu bisa semua.. biarkan teman,sahabat, keluarga, orang lain, pasangan hidup lo yang melengkapi selebihnya bagian yg lo ga bisa..
ilustrasi begini yang didapat di fb teman saya :
Dalam sebuah semuinat, seorang guru besar di depan audiensnya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yang bening dan besar di atas meja.:
Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"
Audiens menjawab: "Sudah penuh".
Tapi kemudian sang guru mengeluarkan kelereng dari dan memasukkannya ke dalam topless tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "sudah penuh?"
Audiens menjawab: "sudah penuh".
Tapi Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkan nya ke dalam topless yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lg ke dalamnya.
Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.
Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
"Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya.."
baca lebih lanjut klik disini
nah apa hubungannya sama ilustrasi diatas? jika kita mengisi ngacak semua sekaligus, maka sayang banget sesuatu yang kita tuju untuk kesuksesan besar kita ga bakal tercapai, hanya bagian kecil saja yang bakal tercapai. Dan jika lu keasikan dengan semua yang lu inginkan, tanpa memilah mana sih asik yang lu prioritasin atau sangat penting bagi lu sendiri....maka belajarlah membuat prioritas
gimana menurut kalian?
















